-KATROL-

Pengertian Katrol

Apa itu katrol? Katrol adasa suatu pesawat sederhana yang biasanya digunakan untuk mempermudah pekerjaan manusia, sama seperti dengan tuas. Katrol dibedakan menjadi 3 macam yaitu:
  1. Katrol tetap

Katrol tetap ialah katrol yang memiliki nilai yang tetap. Pada katrol tetap ini rumus tuas w 1b = F 1k. Karena lengan pada beban sama dengan kuasa (1b = 1k) sehingga gaya kuasa sama dengan beban yang diangkat dan juga dirumuskan seperti berikut ini:
F = w
F = gaya kuas
w = berat beban
Keuntungan mekanik katrol tetap dirumuskan sebagai berikut.
KM = W/F = Ik/Ib = 1
KM = keuntungan mekanik katrol
w = berat benda (N)
F = gaya kuasa (N)
lk = lengan kuasa (m)
lb = lengan beban (m)

Contoh salah satu katrol tetap yang biasa kamu temukan di rumah adalah, kerekan sumur.

Contoh Soal tentang Katrol Tetap

Seseorang mengangkat balok kayu yang beratnya 200 N setinggi 4 m. Berapa besar gaya yang diperlukan untuk mengangkat balok kayu dan usaha yang dilakukan orang tersebut pada balok kayu?
Pembahasan
Diketahui:
w = 200 N
s = h = 4 m
Pertanyaan:
F = …?
W = …?
Jawaban:
Keuntungan mekanik katrol tetap = 1
KM = W/F
F = W/KM
= 200 N/1 = 200 N
Besar gaya untuk mengangkat balok kayu 200 N.
W = F s
= 200 N x 4 m
= 800 Nm = 800 J
Jadi, besar usaha yang dilakukan pada balok kayu adalah 800 J.
  1. Katrol bergerak

Katrol bergerak ialah katrol yang bisa bergerak secara bebas. Bebas di sini maksudnya adalah, bebas untuk diletakkan dengan cara digantungkan pada bagian poros atau bisa juga sumbu katrol serta dihubungkan dengan tali. Sama seperti katrol tetap, dalam katrol bergerak juga berlaku rumus seperti di bawah ini.
w lb = F lk
Panjang lengan kuasa dua kali panjang lengan beban (lk = 2lb) atau Ik/Ib = 2
Dengan demikian, keuntungan mekanik katrol bergerak secara matematis dirumuskan sebagai berikut.
KM = Ik/Ib = W/F = 2 atau F = 1/2 W

Contoh Soal tentang Katrol Bergerak:

Seorang anak mengangkat batu bata dengan menggunakan katrol bergerak. Jika gaya yang digunakan sebesar 125 N, berapa berat beban yang dapat diangkat?
Pembahasan
Diketahui:
F = 125 N

Pertanyaan:
w = …?

Jawaban:
Keuntungan mekanik katrol tetap = 2
KM = w/f
w = KM F
= 2 x 125 N
= 250 N
Jadi, beban yang dapat diangkat anak tersebut sebesar 250 N.
  1. Katrol gabungan

Katrol gabungan merupakan katrol yang tersusun atas beberapa katrol, sistem katrol ini digunakan untuk mengangkat beban yang memiliki bobot yang sangat berat. Seperti contoh, mengangkat kerangka jembatan atau juga mengangkat mobil rusak. Keuntungan mekanik sistem katrol bisa dihitung dengan rumus seperti di bawah ini.
KM = w/f = n
n = jumlah katrol

Contoh Soal tentang Sistem Katrol

Sebuah takal (sistem katrol) digunakan untuk mengangkat batu seberat 600 N. Jika takal itu tersusun dari 4 katrol, berapakah
  1. keuntungan mekanik takal?
  2. gaya tarik yang diperlukan untuk mengangkat batu?
Pembahasan
Diketahui:
w = 600 N
n = 4
Pertanyaan:
  1. KM = …?
  2. F = …?

Jawaban:
  1. KM = n = 4
Jadi, keuntungan mekanik takal adalah sebesar 4.

  1. KM = w/f
F = w/KM
= 600 N/4
= 150 N
Jadi, gaya yang digunakan untuk mengangkat batu tersebut sebesar 150 N.

IPA BAB 2, -KATROL-

-Tuas-
Tuas atau pengungkit adalah salah satu contoh pesawat sederhana yang dapat berfungsi untuk memindahkan beban yang berat. Pada tuas terdapat tiga titik penting, yaitu titik kuasa (TK), titik beban (TB), dan titik tumpu (TT). Titik kuasa adalah tempat dimana gaya bekerja. Titik beban adalah titik dimana beban berada. Titik tumpu adalah tempat bertumpunya tuas. Jarak antara titik tumpu ke titik kuasa disebut lengan kuasa (LK), jarak antara titik tumpu ke titik beban disebut lengan beban (LB). Panjang pendeknya lengan kuasa sangat menentukan mudah tidaknya beban terangkat. Semakin panjang lengan kuasa semakin mudah kita melakukan usaha. Prinsip kerja tuas adalah berputar di sekitar satu titik yaitu titik tumpu. 
Pengertian, Rumus, Jenis Tuas
Pengertian, Rumus, Jenis Tuas

Rumus Tuas

Dalam tuas, berlaku rumus berikut ini:
W x Lb = F x Lk
Keterangan:
  • W = Berat beban (N)
  • Lb = Panjang lengan beban (m)
  • F = Gaya kuasa (N)
  • Lk = Panjang lengan kuasa (m)
Sedangkan, untuk keuntungan mekanik tuas dirumuskan:
KM = W / F

Jenis-jenis Tuas

Ada tiga jenis tuas yang dibedakan berdasarkan letak titik kuasa, titik beban, dan titik tumpu. Ketiga jenis tuas itu adalah tuas jenis pertama, tuas jenis kedua, dan tuas jenis ketiga.

Tuas Jenis Pertama

tuas jenis pertama
Contoh Tuas Jenis I (Gunting)
Tuas jenis pertama adalah tuas yang titik tumpunya terletak di antara titik kuasa dan titik beban. Contohnya gunting, linggis, dan jungkat-jungkit.

Tuas Jenis Kedua

tuas jenis kedua
Contoh Tuas Jenis II (Gerobak)
Tuas jenis kedua adalah tuas yang titik bebannya terletak di antara titik tumpu dan titik kuasa. Contohnya; pemotong kertas, gerobak roda satu, dan pemecah kemiri.

Tuas Jenis Ketiga

tuas jenis ketiga
Contoh Tuas Jenis III (Pinset)
Tuas jenis ketiga adalah tuas yang titik kuasanya terletak di antara titik beban dan titik tumpu. Contohnya adalah pinset dan sekop.

SOAL
Soal 1
Untuk mengangkat beban 1.000 N dipakai tuas yang panjangnya 300 cm dan lengan beban 50 cm. Hitunglah gaya yang dibutuhkan mengangkat beban tersebut!

Penyelesaian:
Soal ini ialah tuas jenis pertama, di mana titik tumpu berada di antara beban dan kuasa. Maka:
w = 1.000 N
lb = 50 cm
lk = 250 cm

w . lb = F . lk
1.000 N . 50 cm = F . 250 cm
F  = 1.000 N . 50 cm/250 cm
F = 200 N

Soal 2
Sebuah linggis yang panjangnya 1,5 m dipakai untuk mencabut paku yang tertancap disebuah tembok. Linggis ditumpu 25 cm dari paku yang akan di cabut. Untuk melepaskan paku dari tembok dibutuhkan gaya sebesar 9,4 x 10N. Berapa gaya lekat paku pada kayu? Berapa laba mekanisnya?

Penyelesaian:
misal Soal 2 ini cara pengerjaannya sama menyerupai pola soal 1. Soal ini ialah tuas jenis pertama, di mana titik tumpu berada di antara beban dan kuasa. Maka:
Fk = 9,4 x 10N
lb = 25 cm
lk = 1,25 m = 125 cm

Fb . lb = F . lk
Fb . 25 cm = 9,4 x 10N . 125 cm
Fb = 9,4 x 10N . 125 cm/25 cm
Fb = 4,7 x 10N
KM = Fb/Fk
KM = lk/lb
KM = 125 cm/25 cm
KM  = 5

Soal 3
Dua orang anak yaitu Budi dan Iwan didiberikan sebuah roda dan papan yang panjangnya 3 m yang akan dipakai untuk mengangkat sebuah benda yang massanya 30 kg (jika percepatan gravitasi ditempat tersebut 10 m/s2). Budi menyusun papan tersebut menyerupai gambar (a) sedangkan iwan menyusun papan tersebut menyerupai gambar (b) di bawah ini. 
Untuk menjawaban soal ini Anda harus paham dengan konsep tuas misal Soal Dan Pembahasan Tuas atau Pengungkit
Siapa yang memerlukan gaya paling kecil unuk mengangkat benda tersebut? Jelaskan! Berapa laba mekanis masing-masing sistem?

Penyelesaian:
Untuk mengetahui siapa yang memerlukan gaya paling kecil, harus dicari gaya angkat untuk masing-masing sistem. Untuk sistem gambar (a) ialah tuas atau pengungkit jenis pertama, di mana titik tumpu berada di antara beban dan kuasa, maka:
m = 30 kg
lb = 1 m
lk = 2 m
g = 10 m/s2

w . lb = F . lk
m . g . lb =  F . lk
30 kg. 10 m/s2. 1 m = F . 2 m
300 N.m = F . 2 m
F = 300 N.m/2 m
F = 150 N

Keuntungan mekanis untuk sistem (a) yakni:
KM = w/F
KM = 300 N/150 N
KM = 2

Untuk sistem gambar (b) ialah tuas atau pengungkit jenis kedua, di mana beban berada di antara titik tumpu dan kuasa, maka:
m = 30 kg
lb = 1 m
lk = 3 m
g = 10 m/s2

w . lb = F . lk
m . g . lb =  F . lk
30 kg. 10 m/s2. 1 m = F . 3 m
300 N.m = F . 3 m
F = 300 N/3
F = 100 N

Keuntungan mekanis untuk sistem (b) yakni:
KM = w/F
KM = 300 N/100 N
KM = 3

Jadi, yang mengeluarkan gaya paling kecil ialah Iwan yaitu 100 N sedangkan Budi mengeluarkan gaya 150 N. Keuntungan mekanis untuk sistem gambar (a) ialah 2, sedangkan laba mekanis untuk sistem gambar (b) ialah 3.

Soal 4
Sebuah lampion mempunyai massa 0,5 kg digantung dengan memakai kayu dengan panjang 1 m dan masanya diabaikan, menyerupai gambar di bawah ini.
Untuk menjawaban soal ini Anda harus paham dengan konsep tuas misal Soal Dan Pembahasan Tuas atau Pengungkit
Hitunglah gaya angkat F minimal supaya lampion supaya lapion tidak jatuh (jika percepatan gravitasi ditempat tersebut 10 m/s2)!

Penyelesaian:
Soal ini ialah tuas jenis ketiga, di mana kuasa berada di antara beban dan titik tumpu. Maka:
m = 0,5 kg
g = 10 m/s2
lb = 1 m  
lk = 0,8 cm

w . lb = F . lk
m . g . lb = F . lk
0,5 kg . 10 m/s2 . 1 m = F . 0,8 cm
F  = 5 N.m/0,8 cm
F = 6,25 N
Jadi gaya angkat F minimal yang harus dikeluarkan supaya lampion tidak jatuh ialah 6,25 N


Sumber:https://pengertianahli.id/2015/03/pengertian-rumus-jenis-tuas.html
https://trubuswelcometo.blogspot.com/2014/02/contoh-soal-dan-pembahasan-tuas-atau.html

IPA BAB 2, -Tuas-

- Copyright © multifandom - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -